by Administrator |
22 Apr 2024
Rabu (3/4/2019), penutupan Harlah (Hari lahir) Desa telah dilaksanakan. Dengan ucapan syukur Alhamdulillah, acara tersebut ditutup tarian khas daerah. Acara penutupan pada Rabu malam tersebut dilaksanakan dengan beragam acara, mulai dari pentas seni dan penyerahan piala lomba yang diselenggarakan oleh panitia desa dalam rangka menyambut Harlah Desa.
Kegiatan posyandu dimulai dari pukul 10:00 WIB dan selesainya biasanya pukul 12:00 WIB. Di Desa Asemdoyong, jumlah balita dan ibu hamil paling banyak terdapat di dusun asemdoyong sendiri, sekitar 100 balita dan 30 ibu hamil. Diadakannya kegiatan posyandu secara rutin tersebut, diharapkan secara berkala pemetaan dan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah Desa Asemdoyong dapat diketahui secara baik, sehingga Pemerintahan Desa Asemdoyong bisa mengetahui dan mengontrol kondisi kesehatan Masyarakat secara Global melalui petugas PKD ( Poli Klinik Desa ).
“Melalui kegiatan rapat kerja dan Evaluasi Pemerintah Desa Kabupaten Gunung Mas tahun 2019 ini saya mengajak kita semua untuk menjadikan forum ini sebagai wadah berdiskusi untuk saling memahami dan memperoleh suatu rumusan dan formulasi yang tepat dan efektif guna menentukan rangkaian arahan kebijakan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, profesional, dapat dipertanggungjawabkan, efektif, dan efisiensi, berskala lokal,” uacap Bupati Gunung Gumas Arton S Dohong dalam sambutannya di GPU Damang Batu, Kamis (21/2/2019) pagi. Diakatakanya, dalam hal upaya untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme dalam penyelenggaraan pemerintah, apabila Kepala Desa, Perangkat Desa dan BPD masih belum dapat memahami tugas pokok dan fungsinya dengan baik, saya minta agar masing-masing lembaga ini dapat meningkatkan kompetensinya melalui pelatihan-pelatihan atau pun dengan cara berkonsultasi, berkoordinasi dan berdiskusi dengan Camat beserta jajarannya. Pada kesempatan ini, saya juga ingin menyampaikan bahwa sebentar lagi kita akan melaksanakan proses pemungutna suara dalam pemilihan legislatif, dan pemilihan Presiden yang akan dilaksanakan secara serentak pada tanggal 17 April 2019. Kiranya kita semua dapat berpartisipasi dalam mensukseskan acara tersebut, saya berharap kepada seluruh peserta rapat kerja dan evaluasi agar mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat agar menggunakan hak pilih sebaik-baiknya. “Saya harapkan pada seluruh peserta agar dapat mengikuti kegiatan ini, dengan baik dan sungguh-sungguh, tanyakan kepada para narasumber hal-hal yang belum jelas, shingga setelah kegiatan ini selesai, seluruh Kapala Desa, Sekretaris Desa dan Ketua BPD dapat melaksanakan tugas-tugas dapat lebih baik lagi,” tandasnya. Sementara itu, Kepala DPMDES Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Yulius Agau menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan tata kelola Pemerintah Desa dan BPD, pelaksanaan Pembangunan, Pemberdayaan Masyarakat, Pembinaan Kemasyarakatan, Pelaporan dan pertanggung jawaban serta kinerja Kepala Desa dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa. Menyampaikan pokok-pokok perubahan sistem keuangan desa dan siskeudes versi 2.0 sesuai Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 dan kewajiban perpajakan bagi desa.
Kerja bakti di sebagian masyarakat mungkin jarang terdengar. Ini terutama terjadi di lingkungan kota, yang orang-orangnya sangat sibuk, atau kondisi sosialnya kurang akrab. Ini sangat dimaklumi. Tujuan kerja bakti membenahi lingkungan diserahkan kepada para pekerja atau tukang. Masyarakat hanya mengumpulkan iuran, mempercayakan kepada pengurus RT, dan diteruskan kepada tugas tukang. Kerja bakti di lingkungan perumahan kami, adalah hal yang biasa. Pengurus RT atau atas usul warga menyelenggarakan kerja bakti di hari minggu pagi. Kerja yang dilakukan adalah membersihkan lingkungan, antara lain membersihkan taman, memperbaiki pos kamling, memotong pohon, mengganti lampu jalan, membersihkan jalan atau selokan, atau pembenahan sarana sosial lainnya. Sering kerja bakti dilakukan karena mempersiapkan hari-hari tertentu, misalnya menjelang 17an (hari kemerdekaan), menjelang puasa, atau terkait kegiatan kegiatan bersih dea dari desa. Kerja bakti memiliki banyak manfaat. Yang paling nyata, kami bisa saling silaturahim diantara tetangga. Silaturahim dalam kerja bakti, benar-benar nyata. Warga melepas atribut dari kedudukan atau posisinya di kantor atau jabatan lainnya. Tidak masalah ada warga yang berhalangan, karena ada kesibukan masing-masing. Juga tidak terpikir kami dari suku, agama atau golongan mana. Warga yang penting hadir, ngumpul, cerita sambil tertawa dan bekerja.